Tampilkan postingan dengan label DAERAH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DAERAH. Tampilkan semua postingan

Rabu, 13 Mei 2026

Bupati Aep Serahkan SK Pengangkatan 286 PNS di Karawang, Tegaskan Tak Ada Jual Beli Jabatan

Bupati Aep Serahkan SK Pengangkatan 286 PNS di Karawang, Tegaskan Tak Ada Jual Beli Jabatan

 

Karawang, BNN – Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, mengambil sumpah dan janji Pegawai Negeri Sipil (PNS) sekaligus menyerahkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan PNS di Plaza Pemda Karawang, Senin (11/5/2026).

Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penandatanganan Piagam Pakta Integritas bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karawang.

Berdasarkan Surat Keputusan Bupati Karawang Nomor: 800.1.2.5/Kep.702-BKPSDM/2026 tentang Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil, sebanyak 286 orang menerima SK pengangkatan PNS. Jumlah tersebut terdiri dari 240 tenaga teknis dan 46 tenaga kesehatan.

Selain itu, dalam kesempatan tersebut juga dilakukan pelantikan terhadap tiga pejabat Jabatan Fungsional (JF) bidang pendidikan.

Dalam arahannya, Bupati Aep menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh PNS yang menerima SK maupun ASN yang baru dilantik. Ia menekankan pentingnya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Saya selalu menyampaikan di setiap kesempatan, kita ini bukan Superman tapi Super Team, semua bekerja bersama-sama. Keberhasilan pembangunan, seperti jaminan kesehatan gratis bagi warga, adalah hasil kerja kolektif kita semua. Saya minta tenaga kesehatan dan tenaga teknis yang baru dilantik segera beradaptasi dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat,” ujarnya.

Bupati Aep juga menegaskan bahwa sistem karier ASN di masa kepemimpinannya berjalan secara profesional dan transparan. Ia memastikan tidak ada praktik jual beli jabatan maupun pungutan dalam proses kenaikan pangkat.

“Saya pastikan tidak ada jual beli jabatan atau biaya untuk kenaikan pangkat. Semuanya normal, yang penting kerja baik dan loyal pada pelayanan masyarakat,” tegasnya.

Ia berharap kehadiran para ASN baru dapat menjadi energi baru dalam memperkuat roda pemerintahan serta meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Karawang.

(Diskominfo)
Bupati Aep Lepas 445 Jemaah Haji Kloter 16 Asal Karawang ke Tanah Suci

Bupati Aep Lepas 445 Jemaah Haji Kloter 16 Asal Karawang ke Tanah Suci

 

Karawang, BNN – Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, secara resmi melepas keberangkatan jemaah haji Gelombang I Kloter 16 asal Kabupaten Karawang pada musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Kegiatan pelepasan dilaksanakan di Masjid Al-Jihad Karawang, Kompleks Islamic Center Karawang, Minggu malam (10/5/2026).

Sebanyak 445 orang diberangkatkan dalam kloter tersebut, terdiri dari 441 jemaah haji dan empat petugas pendamping. Seluruh jemaah diberangkatkan menggunakan bus menuju Asrama Haji Embarkasi Jakarta-Bekasi sebelum melanjutkan perjalanan menuju Tanah Suci.

Jemaah haji tertua dalam Kloter 16 tercatat atas nama Saum Marsin (82), warga Dusun Borontok Barat, Desa Sindangsari, Kecamatan Kutawaluya. Sedangkan jemaah termuda adalah Ahmad Hanif Ramadhan (19), warga Desa Sukaluyu, Kecamatan Telukjambe Timur.

Dalam sambutannya, Bupati Aep berpesan kepada seluruh jemaah agar senantiasa menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah haji.

“Kami berpesan kepada seluruh jemaah untuk selalu menjaga kesehatan. Perjalanan ibadah ini memakan waktu kurang lebih 40 hari. Semoga seluruh jemaah diberikan kekuatan agar dapat melaksanakan rukun dan wajib haji dengan sempurna demi meraih ridho dan rahmat Allah SWT,” ujar Aep.

Pemerintah Kabupaten Karawang berharap seluruh jemaah haji diberikan kelancaran dan kesehatan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci serta kembali ke tanah air dengan predikat haji yang mabrur.(*)

Ribuan Warga Padati Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda di Karawang, Dedi Mulyadi Siapkan Penataan Kota

Ribuan Warga Padati Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda di Karawang, Dedi Mulyadi Siapkan Penataan Kota

 

Karawang, BNN – Kirab Budaya dalam rangka peringatan Milangkala Tatar Sunda di Kabupaten Karawang berlangsung meriah pada Sabtu malam (9/5/2026). Ribuan masyarakat memadati ruas Jalan Ir. H. Juanda, Jalan Arif Rahman Hakim, Jalan Tuparev hingga Alun-Alun Karawang untuk menyaksikan perhelatan budaya tersebut.

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, bersama Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, serta Wakil Bupati Karawang, Maslani.

Dalam kirab budaya tersebut, rombongan kepala daerah turut ambil bagian dengan menunggangi kuda sambil mengiringi kereta kencana yang membawa Mahkota Binokasih.

Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda juga menampilkan beragam kesenian khas dari 27 kabupaten dan kota di Jawa Barat. Kabupaten Karawang sendiri menampilkan seni tradisional Jajangkungan hingga Topeng Banjet yang sukses menarik perhatian masyarakat.

Dalam sambutannya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkapkan rencana penataan infrastruktur di kawasan pusat kota Karawang. Salah satu program yang akan dilakukan yakni pembangunan “Pelataran Cinta” melalui penataan lampu jalan, trotoar, taman kota, hingga pemindahan tiang dan kabel listrik ke bawah tanah di sepanjang Jalan Arif Rahman Hakim hingga Alun-Alun Karawang.

“Kedepan pak Bupati, kita tata oleh provinsi dan kabupaten, kita tata lampu, trotoar hingga taman dari sana (Jalan Arif Rahman Hakim) sampai sini (Alun-alun). Kita buat batu tulis isinya pesan-pesan cinta,” ujar Dedi.

Sementara itu, Bupati Karawang Aep Syaepuloh menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat atas terselenggaranya Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda di Kabupaten Karawang.

“Alhamdulillah Kabupaten Karawang ini yang ketujuh. Terimakasih kepada pak Gubernur dan masyarakat, kalau melihat antusias masyarakat ini sangat luar biasa,” ujarnya.

Bupati Aep juga menyatakan dukungannya terhadap rencana penataan infrastruktur yang akan dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat di kawasan pusat kota Karawang.

“Alhamdulillah mudah-mudahan Pak Gub perencanaan untuk penurunan kabel dan lain-lain berjalan lancar. Dan insyaallah Karawang maju tentunya Jabar Istimewa,” tutupnya.

(Diskominfo)
Karawang ASRI Digelar, ASN Turun Bersih-Bersih Sambut Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda

Karawang ASRI Digelar, ASN Turun Bersih-Bersih Sambut Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda

 

Karawang, BNN - Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang menggelar aksi kebersihan melalui Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang dipusatkan di sepanjang Jalan Arif Rahman Hakim, kawasan Stasiun KA Karawang hingga Jalan Tuparev, Alun-Alun Karawang, Jumat (8/5/2026).

Kegiatan Karawang ASRI tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Bupati Karawang Nomor: 600.4.1/732/DLH sebagai upaya meningkatkan kualitas lingkungan hidup di wilayah perkotaan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Karawang, Asep Aang Rahmatullah, mengatakan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) turut dilibatkan dalam kegiatan tersebut. Bahkan, kebijakan Work From Home (WFH) sementara ditiadakan demi mendukung aksi bersih-bersih tersebut.

“Hari ini kita laksanakan kegiatan bersih-bersih Karawang ASRI sesuai petunjuk Pak Bupati. Di Jumat ini, seluruh ASN WFH-nya ditarik dulu untuk kegiatan ini, Karawang ASRI. Mari kita bersihkan lingkungan kita,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat maupun ASN terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, baik di area kerja maupun lingkungan tempat tinggal masing-masing.

Selain menjaga estetika kota, gerakan Karawang ASRI juga menjadi bagian dari persiapan Pemerintah Kabupaten Karawang dalam menyambut Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda yang akan digelar pada Sabtu, 9 Mei 2026.

“Pemerintah Kabupaten Karawang siap menyambut kegiatan Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda yang dilaksanakan hari Sabtu 9 Mei 2026 mulai dari Stasiun KA Karawang hingga Alun-Alun Karawang,” tambahnya.

Di akhir keterangannya, Sekda Asep Aang mengajak seluruh masyarakat untuk ikut meramaikan Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda yang akan digelar di Kabupaten Karawang.

(Diskominfo)
Delapan Warga Karawang Diduga Jadi Korban Eksploitasi Kerja di Kebun Tebu OKI, Dipulangkan Pemkab

Delapan Warga Karawang Diduga Jadi Korban Eksploitasi Kerja di Kebun Tebu OKI, Dipulangkan Pemkab

 

Karawang, BNN – Harapan delapan warga Kabupaten Karawang untuk memperoleh penghasilan besar di luar daerah berubah menjadi pengalaman pahit. Mereka diduga menjadi korban eksploitasi kerja saat bekerja di kebun tebu di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan.

Para korban sebelumnya tergiur tawaran pekerjaan dari seorang mandor asal Lampung yang menjanjikan upah Rp420 ribu per hari, lengkap dengan fasilitas makan tiga kali sehari dan kopi selama bekerja.

Namun setibanya di lokasi, para pekerja mengaku sistem kerja yang dijanjikan tidak sesuai kenyataan. Salah seorang korban, Dede Erwin (45), warga Rengasdengklok Utara, mengatakan pekerjaan tersebut ternyata menggunakan sistem borongan, bukan harian seperti yang dijelaskan sebelumnya.

“Pas sampai ke sana ternyata bukan sistem harian, tapi borongan,” ujar Dede.

Dede menuturkan, selama tiga hari bekerja memotong tebu, kelompoknya mampu menghasilkan sekitar 30 ton tebu. Namun hasil yang dicatat hanya 11 ton. Dari pekerjaan itu, ia hanya menerima bayaran sekitar Rp1,64 juta.

Selain itu, para pekerja juga mengaku dibebani berbagai potongan biaya yang dinilai tidak masuk akal. Janji makan dan minum gratis pun tidak terealisasi. Mereka justru harus berutang di warung untuk kebutuhan sehari-hari hingga total tagihan mencapai Rp2,61 juta.

“Banyak potongan dari mandor yang enggak masuk akal,” katanya.

Para pekerja sempat bertahan sambil mengumpulkan ongkos untuk pulang ke Karawang. Namun situasi memanas saat pembagian upah dan nyaris terjadi perkelahian antara pekerja dengan mandor.

Di tengah kondisi tersebut, Dede kemudian menghubungi Kepala Desa Rengasdengklok Utara untuk meminta bantuan. Dari komunikasi itu, proses pemulangan para korban mulai dilakukan hingga akhirnya mereka berhasil kembali ke Karawang dan dijemput oleh Pemerintah Kabupaten Karawang melalui Dinas Sosial.

Delapan warga yang dipulangkan tersebut yakni Dede Erwin (45) warga Rengasdengklok Utara, Jihad Akbar (29) warga Kertasari Rengasdengklok, Jamal Jamaludin (27) warga Rengasdengklok Selatan, Nandika Gumilang (29) warga Rengasdengklok Utara, Indoh Sugara (50) warga Rengasdengklok Utara, Acep Fahrudin (26) warga Rengasdengklok Utara, Sukama (50) warga Sukamakmur, serta Rehan Pratama (15) warga Rengasdengklok Utara.

Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, menyebut kasus tersebut memiliki kemiripan dengan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) berkedok penyaluran tenaga kerja.

“Mirip dengan kasus TPPO, terjadi perbudakan. Intinya, jangan mudah tergiur,” ujar Aep.

Menurutnya, iming-iming penghasilan besar kerap dijadikan modus untuk menarik calon pekerja tanpa kejelasan sistem kerja maupun perlindungan tenaga kerja yang memadai.

Pemerintah daerah, lanjutnya, telah berkoordinasi dengan Sekretaris Daerah, aparat kecamatan, hingga pemerintah desa untuk melakukan pendampingan terhadap para korban.

“Alhamdulillah sekarang sudah sampai kembali di Karawang,” katanya.

Selain melakukan pemulangan, Pemkab Karawang juga berupaya membantu mencarikan pekerjaan yang lebih aman dan layak bagi para korban di daerah sendiri.

“Saya berpikir untuk masa depan bapak-bapak ini. Insyaallah akan kami siapkan tempat pekerjaan. Tapi saya juga mengingatkan agar bekerja dengan benar dan tetap hati-hati terhadap tawaran kerja di luar daerah,” tuturnya.(red)

Jumat, 08 Mei 2026

Gebyar PATEN Cibuaya, Bupati Aep Syaepuloh Pastikan Pelayanan Pemerintah Hadir untuk Masyarakat

Gebyar PATEN Cibuaya, Bupati Aep Syaepuloh Pastikan Pelayanan Pemerintah Hadir untuk Masyarakat

 

Karawang, BNN – Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang kembali menggelar Program Gebyar Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN) di Kantor Kecamatan Cibuaya, Rabu (6/5/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Karawang Aep Syaepuloh bersama Wakil Bupati, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), unsur Organisasi Perangkat Daerah (OPD), instansi vertikal, serta perwakilan BUMN dan BUMD Kabupaten Karawang.

Dalam kesempatan itu, Bupati Aep meninjau langsung pelaksanaan pelayanan terpadu yang diberikan kepada masyarakat. Pemerintah daerah juga menyerahkan Pemberian Makan Tambahan (PMT) kepada ibu hamil dan anak-anak yang mengalami kekurangan gizi.

“Hari ini saya bersama Wakil Bupati, unsur Forkopimda, dan para kepala OPD hadir melihat langsung pelaksanaan pelayanan terpadu di Kecamatan Cibuaya. Selain itu, kami juga memberikan PMT untuk ibu hamil dan anak-anak yang masih kekurangan gizi,” ujar Bupati Aep.

Ia menegaskan, Program Gebyar PATEN bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan agenda pelayanan yang harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kita hadir di tengah masyarakat bukan hanya seremonial, tetapi harus memberikan dampak dan manfaat, bukan hanya ingin dilihat dan dinilai oleh masyarakat,” tegasnya.

Pada pelaksanaan tahun ini, Gebyar PATEN menghadirkan berbagai layanan jemput bola administrasi, mulai dari pengurusan KTP, layanan kesehatan, pembayaran pajak, perpanjangan SIM, hingga layanan administrasi lainnya.

Selain pelayanan administrasi, kegiatan tersebut juga menghadirkan sejumlah bantuan sosial yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Kecamatan Cibuaya dan sekitarnya.(*)

Kamis, 07 Mei 2026

Bupati Aep Tegaskan Gebyar PATEN Bukan Seremonial, Warga Cibuaya Rasakan Layanan Langsung

Bupati Aep Tegaskan Gebyar PATEN Bukan Seremonial, Warga Cibuaya Rasakan Layanan Langsung

 

Karawang, Beritanyatanews – Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang kembali menggelar Program Gebyar Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN) di Kantor Kecamatan Cibuaya, Rabu (6/5/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Karawang Aep Syaepuloh bersama Wakil Bupati, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), unsur Organisasi Perangkat Daerah (OPD), instansi vertikal, serta perwakilan BUMN dan BUMD Kabupaten Karawang.

Dalam kesempatan itu, Bupati Aep meninjau langsung pelaksanaan pelayanan terpadu yang diberikan kepada masyarakat. Selain itu, pemerintah daerah juga menyerahkan Pemberian Makan Tambahan (PMT) kepada ibu hamil dan anak-anak yang mengalami kekurangan gizi.

“Hari ini saya bersama Wakil Bupati, unsur Forkopimda, dan para kepala OPD hadir melihat langsung pelaksanaan pelayanan terpadu di Kecamatan Cibuaya. Selain itu, kami juga memberikan PMT untuk ibu hamil dan anak-anak yang masih kekurangan gizi,” ujar Bupati Aep.

Ia menegaskan, Program Gebyar PATEN bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan agenda pelayanan yang harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kita hadir di tengah masyarakat bukan hanya seremonial, tetapi harus memberikan dampak dan manfaat. Bukan ingin dilihat dan dinilai oleh masyarakat,” tegasnya.

Pada pelaksanaan tahun ini, Gebyar PATEN menghadirkan berbagai layanan jemput bola administrasi, mulai dari pengurusan KTP, layanan kesehatan, pembayaran pajak, perpanjangan SIM, hingga layanan administrasi lainnya.

Selain pelayanan administrasi, kegiatan tersebut juga menghadirkan sejumlah bantuan sosial yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Kecamatan Cibuaya dan sekitarnya.(*)